Yuk Tengok Teknologi Injeksi Yamaha Dan Honda

TEKNOLOGI INJEKSI YAMAHA DAN HONDA — Tahun 2014 ini bakal diramaikan dengan munculnya motor-motor baru berteknologi injeksi. Mengantikan sistem motor karburator, dua produsen motor Yamaha dan Honda bersaing ketat dalam teknologi mesin injeksi. Meski secara prinsip sama, namun dua produsen motor besar ini menamai sistem injeksinya secara berbeda. Kalau kita sering mendengar motor Yamaha dengan YMJet-FI (Yamaha Mixture JET-Fuel Injection) maka pada Honda motor injeksinya populer dengan nama PGMFI Programed Fuel Injection).

Sistem Injeksi Yamaha YMJet-FI

YMJET-FI adalah sistem pengontrol bahan bakar secara elektronik yang di terapkan pada motor Yamaha. Cara kerja YMJET-FI secara teknis mengatur konsumsi bahan bakar lebih akurat sesuai kebutuhan mesin motor Yamaha. Menurut Supervisor Service dan Education YIMM, Slamet, untuk cara kerja teknologi fuel injection ini diibaratkan terbagi menjadi tiga grup, yaitu sensor, controller, dan actuator.

Model Injeksi Yamaha

Model Injeksi Yamaha YMJET FI

Jadi sistem teknologi fuel injection ini semua diatur dengan sistem sensor, lalu dikirimkan ke controller atau yang biasa disebut ECU motor, yang kemudian ke actuator. Untuk motor-motor besar seperti R1 dan R6 terdapat sistem sensor yang lebih banyak dibanding motor biasa,” papar Slamet, dalam seminar Fuel Injection Yamaha, di DDS Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Rabu (19/2/2014).

Lebih lanjut Slamet menjelaskan, dalam sistem sensor terdapat Throttle Position Sensor, Intake Air Pressure Sensor, Intake Air Temperature Sensor, Crankshaft Position Sensor, Coolant/oli Temperature Sensor, Oxygen Sensor.

Fungsi Throttle Position Sensor berguna untuk mengatur bukaan katup gas, Intake Air Pressure Sensor untuk tekanan udara, Intake Air Temperature Sensor untuk mengetahui suhu udara ke ruang bakar.

“Sistem Crankshaft Position Sensor untuk mengetahui posisi crankshaft, Coolant atau oli Temperature Sensor untuk mengetahui suhu pada mesin motor, dan Oxygen Sensor untuk mengetahui oksigen yang akan keluar melalui sistem pembuangan,” pungkasnya.

Sistem Injeksi Honda PGMFI

PGM-FI singkatan dari Programmable Fuel Injection yang artinya sistem pasokan bahan bakarnya dikendalikan oleh komputer yang dinamakan ECU (Electonic Control Unit). Teknologi PGM-FI pertama kali diperkenalkan oleh Honda pada tahun 1982 lewat motor Honda CX500 Turbo. Penggunaan teknologi injeksi mulanya dikembangkan oleh Honda untuk kendaraan roda empat dan motor-motor besar. Seiring berjalannya waktu, teknologi PGM-FI juga diterapkan pada motor-motor berkapasitas mesin kecil.

Model Mesin Injeksi Honda PGMFI

Model Mesin Injeksi Honda PGMFI

Teknologi injeksi PGM-FI mempunyai banyak kelebihan dibandingkan dengan teknologi karburator. Kelebihan PGM-FI adalah motor menjadi lebih irit BBM, lebih ramah lingkungan serta mudah perawatannya.

Teknologi PGM-Fi adalah teknologi yang ramah lingkungan, karena mampu menekan dan mengurangi emisi gas buang yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor. Hal ini menyesuaikan dengan standar pemerintah Indonesia yang mulai menerapkan pada kendaraan bermotor roda 2 sesuai Standar Euro 3.
Kinerja mesin di atur secara terprogram di setiap putaran mesin, teknologi inilah yang di terapkan Honda di ajang balapan Moto GP, kini hadir do motor kesayangan Anda, motor jadi bertenaga, kencang dan hemat BBM. Di dalam teknlogi PGM-Fi ini juga terdapat Malfunction Indicator Lamp (MIL) yang berfungsi untuk melihat apakah terdapat gangguan pada mesin atau tidak melalui jumlah kedipan lampu, sangat mempermudah Anda untuk melakukan perwatan.

Selain itu terdapat juga ECu atau Electronic Control Unit yang terdiri dari beberapa sensor yang berfungsi untuk mengukur temperatur udara luar dan sesnsor tekanan udara, temperatur mesin dan temperatur pelumas. Sinyal dikirim ke pusat kontrol mesin engine Controle module melalui berbagai komponen sensor yang terdapat di dalamnya, lalu sinyal tersebut memberikan perintah kepada kompeonen lain di dalam mesin sehingga bisa menghasilkan kinerja mesin yang optimal.