Mengenali Jenis-Jenis Shock Breaker Pada Motor

SHOCK BREAKER MOTOR — Bagian motor yang satu ini tentu sudah bukan barang asing bagi para biker semua. Peranannya jelas membantu kenyamanan dalam berkendaraan, jika shock breaker tidak berfungsi dengan baik atau berkualitas jelek tentu motor tidak nyaman dikendarai. Penggunaan shock breaker selain bertujuan untuk meredam jalan yang tidak rata, juga untuk meningkatkan kestabilan berkendara. Pada saat motor melewati jalan berlubang dan shock tidak dapat meredam benturan sehingga ban tidak lagi menapak pada jalan, kestabilan berkendara sudah tidak dapat dipertahankan.

Ternyata fungsi shcok breaker tidak hanya itu, dalam balapan peranan shock breaker juga menjadi faktor penentu selain setingan mesin motor yang yahud. sampai saat ini ada berbagai jenis shock breaker bagian belakan motor, mulai dari shock breaker biasa hingga tipe hybrid, gas dan air suspension.

Di awalnya shock breaker hanya menggandalkan oli pada sistemnya. Namun Saat ini teknologi perkembangan Shock breaker motor sudah menerapkan sistem yang tidak hanya oli saja yang berfungsi sebagai media untuk membuat kinerja peredaman. Tapi, sudah aplikasi kombinasi oli dan gas, bahkan ada yang sudah mengaplikasikan full udara.

Dalam dunia balap shock breaker motor akan mempermudah pembalap untuk melakukan seting rebound dan kompresi. Peran sokbreker dalam balapan bisa memberi kontribusi 60 – 70 persen selain seting mesin, demikian dipaparkan M Fadli, racer tim Kawasaki Manual Tech KYT.

Jenis-Jenis Shock Breaker

Agar lebih gamblang dan menjadi referensi dalam memilih shock breaker, ada baiknya kita kenali satu persatu cara kerja masing-masing shock breaker motor yang ada:

1. Shock Breaker Hybrid
Shock Breaker hybrid menggunakan aplikasi bahan dasar oli yang bercampur gas di dalam satu tabung. Sehingga, kinerja yang diberikan menimbulkan dua efek kerja. “Fungsinya, membuat sok lebih empuk ketika berada di titik mati terendah,” ujar Benny Rachmawan, Research & Developmet Mitra2000 selaku distributor shcok YSS di Indonesia.

Soal komposisi perbandingan antara oli dan gas, tiap shcok breaker bisa berbeda. Tetapi menurut Benny, yang jelas oli lebih dulu diisi. “Gas berupa nitrogen yang bersuhu stabil,” tambahnya.

2. Shock Breaker Gas Tabung Terpisah
Sok gas tabung terpisah, memiliki kombinasi antara oli dengan gas nitrogen. Biasa disebut juga dobel action. “Untuk model ini, antara oli dan gas berada ditempat terpisah. Tekanan gas berada di bladder atau balon karet. Sehingga menimbulkan 2 cara kerja berbeda di dua tempat,” sebut Benny.

Ketika main shaft atau shock dapatkan tekanan, oli bergerak melalui jalur kecil menuju tabung tambahan dan menekan bladder. Setelah bladder terima tekanan maksimal, balon ini akan balikkan tekanan ke tabung utama.
3. Shock Breaker Air Suspension
Pada Model Shock Breaker Air suspension, tidak ada aplikasi oli. Murni udara atau gas. “Cara kerjanya, aplikasi floating air piston. Ketika terkena tekanan, maka udara akan memompa sok sesuai tekanan yang diterimanya,” ungkap Jessy ‘Coq’ Siswanto, owner Kawahara Racing yang mengelurakan Sok Kawahara by Racing Bross.

Shok Breaker  ini cenderung lebih lembut bermain. Terutama ketika di kecepatan tinggi. Lebih stabil dalam rebound dan kompresi. Itu karena ayunan yang diberikan lebih kecil dari model double action. Begitunya, ada tiga piston yang diaplikasi di sok model ini. Floating air piston, IFP dan damping piston.

Berbagai produsen shock breaker telah mengapilasikan berbagai jenis teknologi shock breaker tersebut. Pilihan di tangan anda, tentunya disesuaikan dengan kebutuhan, kegunaan dan dana yang disediakan untuk shock breaker. (#otomotifnet).