Kenali Cara Merawat Motor Injeksi

MERAWAT Motor INJEKSI — Di Tahun 2014 ini akan banyak bermunculan motor-motor baru dengan kehadiran motor dengan mesin injeksi. Lambat laun teknologi karburator akan ditinggalkan, sebut saja Honda yang sudah jauh-jauh hari mengumumkan akan menghentikan produksi motor karbu di tahun 2014 dan mengganti dengan mesin injeksi. Peralihan teknologi ini biasanya masih membingungkan banyak orang terutama dalam hal perawatan. Merawat sistem injeksi jelas berbeda dengan merawat mesin karburator. Ada langkah-langkah sederhana yang bisa dilakukan oleh pengguna untuk menghindari kesalahan yang berakibat kerusakan fatal.

Mesin Motor Injeksi Berbeda Dengan Mesin Karbu

Secara mekanis mesin injeksi berbeda dengan mesin karbu. Hal demikian ini, disebabkan mekanis injeksi dipengaruhi oleh sensor. Sehingga, output BBM yang disemburkan oleh injeksi lebih presisi. Dari keberadaan sensor ini, merujuk pada perubahan beberapa tradisi pengguna motor karbu yang beralih ke injeksi.

Mengingat pengaruh sensor lebih peka terhadap gaya berkendara. Termasuk efek dari pemakaian option part variasi mesin yang diaplikasi. Sisi lain, kelancaran sirkulasi BBM yang diklaim serba elektronik diklaim lebih ekstra perawatannya. Selain itu, juga ada tahapan yang bisa dilakukan ala swadaya.Untuk itu, apa saja yang perlu diperhatikan dalam menunjang perawatan mesin injeksi agar tetap nyaman dalam pemakaian dan tak mengganggu kestabilan performa mesin

CARA BERKENDARA MESIN INJEKSI DI BERBAGAI KONDISI JALAN

Sama halnya dengan pemakaian mesin karbu, cuman bedanya di mesin injeksi lebih mudah mencapai peak power. Sehingga, kesannya kalau di mesin karbu macam seting karbu yang kering.

Berdasar dari sini, untuk pemakaiannya di gigi 1 dan 2 jangan dibiasakan untuk memanteng power band gigi 1 dan 2, khususnya saat di metropolis. Sebab, kondisi demikian respon mesin sangat bagus, tapi dikhawatirkan mempercepat umur komponen yang dominan bekerja di kondisi itu. Seperti ring-piston, pen piston, gir-rantai dan karet tromol.

Beda saat di tanjakan, keperluan menahan gigi 1 dan 2 mutlak dilakukan. Untuk pencapaian perbandingan rasio ringan agar lebih mudah ditransfer menjadi speed. Sementara kalau di jalanan turunan panjang, usahakan sesekali mengocok handgrip atau istilahnya ‘mbleyer’. Mengingat kondisi saat itu, bukaan handgrip relatif minim. Untuk menyiasati agar di ruang bakar tetap mendapat tambahan debit gas segar.

MENJAGA KEBERSIHAN FILTER FUEL PUMP

Daleman injektor yakni plunger, clearence dengan silindernya ada di skala mikro, jadi sangat rapat. Maka, pertimbangan dari sini BBM harus steril dan bersih dari benda asing. Agar, mekanis injektor tetap bagus pengabutannya dan terhindar dari injektor ‘bocor’.

Untuk itu, bersihkan soft filter fuel pump yang terpasang di rangkaian fuel pump. Untuk menjamin kapasitas BBM yang difilter tetap stabil. Dalam konteksi ini, dapat dimulai dengan jadwal 6 bulan sekali dan 1 tahun di bengkel resmi.

Kondisi perawatan soft filter fuel pump ini secara tak langsung juga membuang sebagian kecil partikel air dalam tangki. Sebab, terjadi proses menguras tangki. Pertimbangan dari sini, biasakan mengisi BBM tangki pada kondisi penuh, untuk memperkecil timbulnya uap air.

ATURAN MENGGANTI KNALPOT ORSI

Khusus buat mesin injeksi yang masih menggunakan O2 sensor atau yang menggunakan sistem injeksi jenis close loop system, harus tetap mempertahankan keberadaan O2 sensor.

Untuk mengikuti aturan ini, maka leher knalpot kemungkinan akan bertahan yang orsi bawaan motor. Atau memakai knalpot after market, kemudian membuatkan dudukan drat O2 sensor sendiri. Agar, ngelos atau mampatnya gas buang tetap tersensor oleh O2 sensor agar datanya dapat disampaikan ke ECM. Untuk mempertahankan nilai AFR yang ideal di 14,7 : 1, baik saat gasingan atas atau bawah.

Dan jenis silincer, pilih yang memiliki sarangan lebih rapat, serta ruang silincer lebih besar minimal 15 mm, terhitung dari diameter luar sarangan dan diameter luar silincer. Agar, turbulensi yang dihasilkan tetap maksimal. Sebagai kompensasi minimnya penggantian option part penunjang performa mesin.

PENGARUH PROFIL BAN

Ban dengan profil lebih kecil, secara diameter total roda menunjukkan diameter totalnya juga lebih kecil. Hal ini sama juga dengan memperberat perbandingan final gear. Kalau dikonversi ke transfer power mesin, rpm jadi mudah tinggi.

Sebab, putaran mesin harus dikail lebih tinggi untuk menghela kecepatan. Kondisi semacam ini, Crank Shaft Position Sensor akan membaca putaran mesin lebih tinggi. Konsumsi debit BBM yang disuplai karbu jadi meningkat, sehingga kurang efektif ketika dibandingkan dengan kecepatan yang didapat.

Maka, ketika ingin tampil elegan dengan pemakaian ban profil tipis, harus diikuti penggantian final gear lebih ringan. Bisa disiasati pemakaian gir belakang, lebih besar atau menurunkan gir depan.

RAJIN BERSIHKAN & HINDARI OPEN FILTER

Untuk melancarkan sirkulasi udara serta menjaga akurasi data Intake Air Temperature Sensor, idealnya filter udara mesti rajin dibersihkan. Apalagi yang bahan filternya memakai bahan jenis elemen kertas yang dikenal padat. Jadi dalam konteks ini, dapat dilakukan bersih-bersih 3 bulan sekali.

Sisi lain, hindari wabah modifikasi yang bergaya open filter, kalau masih dipakai harian. Sebab, akan berpengaruh terhadap IAPS. Debit udara yang dikonsumsi terbaca lebih banyak, tapi tak sebanding dengan debit BBM yang berdasar pada input dominan sensor lain. Alhasil, performa mesin saat dipacu dengan bukaan handgrip yang spontan, tak bisa responsif.

BUSI BUAT MESIN INJEKSI

Khusus motor atau matic injeksi, businya harus dibekali kode R (Resistansi). Ditujukan untuk mencegah terjadinya arus balik ke komponen kelistrikan injeksi dan meminimalisir timbulnya frekwensi yang tak diinginkan efek gelombang elektromagnet terhadap ECM dan sensor-sensor.

MENGAPA BUTUH OKTAN LEBIH TINGGI?

Mungkin masih ingat pengalaman dengan mesin yang masih menggunakan karbu. Ketika dilakukan pembongkaran pada karbu, sering kali menjumpai endapan warna putih, di dinding needle jet atau pilot jet dan itu terjadi saat memakai BBM jenis bensin.

Problem demikian juga, yang dikhawatirkan akan terjadi di mesin sistem injeksi. Kemudian menghambat kelancaran naik turun plunger daleman injektor. Pertimbangan dari sini, maka penting untuk memulainya dengan pemakaian BBM jenis oktan tinggi.

Pertimbangan oktan tinggi, juga dipengaruhi efek angka perbandingan kompresi motor dan matic injeksi cenderung lebih tinggi, ketika dibandingkan dengan yang pakai karbu. Sehingga, akan meminimalisir terjadinya panas berlebihan di silinder cop atau problem detonasi.

Perawatan Aki Penting Untuk Motor Injeksi

Aki atau batery di motor injeksi peranannya vital. Selain harus stabil mengaktifkan mekanis fuel pump sebelum mesin hidup. Aki juga harus prima mengoperasikan double starter. Kedua faktor ini yang lambat laun, memicu aki tekor. Maka, penting untuk menyiasati dengan cara swadaya. Diantaranya :
– Saat menghidupkan mesin di pagi hari biasakan dengan menggunakan pedal starter. Dan hindari ketergantungan menggunakan double starter.
– Hindari kebiasan mainan kunci kontak, seperti yang dilakukan anak kecil. Sebab, akan memicu terjadi nya kerugian konsumsi arus listrik. Mengingat, pertama kali kontak di posisi on, fuel pump langsung aktif bekerja dan otomatis akan menguras arus aki.

Sumber:
http://ototrend.com/index.php?option=com_content&view=article&id=1722:a-z-merawat-mesin-bersistem-injeksi&catid=79:guides&Itemid=422