Undang-undang No 22 Tahun 2009 (Undang-undang Lalu Lintas)

UNDANG_UNDANG LALU LINTAS — Undang-undang Lalu Lintas tahun 1992 telah diperbaharui sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan zaman. Undang-undang ini mengatur dan memberikan batasan tentang hak dan kewajiban pengguna jalan, baik pejalan kaki, pengendara kendaraan tidak bermotor, sepeda motor, sepeda motor roda tiga, mobil, truk, hingga penyelenggara jalan.Pada kenyataannya undang-undang ini jarang sekali digunakan oleh siapapun para pengguna jalan dan pengatur kebijakan. Sebagai contoh, sebagai pengguna jalan kita ternyata tidak mendapatkan fasilitas jalan seperti : rambu tidak jelas karena tertutup baliho iklan, jalan berlubang dan hanya ditabur tanah/pasir, penerangan jalan, dan lain sebagainya. Baru bicara hak.

Tentang kewajiban, seperti menyalakan lampu utama meski di siang hari bagi pengguna sepeda motor, penggunaan lampu sein, tata aturan pemasangan plat, pelanggaran marka, lampu lalu lintas dan sebagainya.Begitu pula para aparat. Pengawasan jalan raya juga hanya terjadi pada titik tertentu.

 

Bahkan pelanggaran lalu lintas oleh para aparat juga masih terjadi. Seperti posisi saya di Sukabumi yang tiap hari harus berjalan dari Cianjur – Sukabumi dalam bulan ini. Jalan rusak berantakan karena over beban, para polisi hanya menuliskan : “Jalan Rusak akibat berlebihan muatan. Mohon Pengertiannya“.Kejadian lain yang dialami penulis adalah terjatuh dalam turunan curam karena jalan berlubang besar akibat dilalui Truk bermuatan pada jalan sempit kelas IIIC di antara Wonosobo-Magelang via lintasan Kaliabu. ¬†Kita selaku pengguna jalan dapat menuntut hak kita. Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat lampiran Undang-undang Lalu Lintas di bawah ini. Mari kita taati, karena pada dasarnya untuk keselamatan diri.

Download Di SINI = http://motorjogja.com/wp-content/uploads/2013/04/UU_22_Tahun_2009.pdf.

Semoga berguna

 

note: ilustrasi diambil dari radarsukabumi.

Leave a Reply