Standard Euro3 Bikin Motor Injeksi Makin Laris

MOTOR INJEKSI — Kendaraan ramah lingkungan nampaknya semakin menjadi tuntutan perkembangan zaman. Paling tidak inilah yang bisa ditangkap dari penerapan standard Euro3, dimana emisi gas buang pada kendaraan bermotor harus berada di bawah ambang batas batas yang ditetapkan. Euro sendiri merupakan standar emisi kendaraan bermotor di Eropa yang diadopsi oleh beberapa negara di dunia. Standard ini sesunguhnya adalah kelanjutan dari standard Euro2 yang angkanya masih lebih tinggi. Salah satu solusi teknologi yang dikembangkan untuk mengikuti standard Euro3 ini adalah teknologi Motor Injeksi.

Standard Euro3 sendiri mensyaratkan setiap motor hanya diperkenankan memproduksi oksida nitrogen (Nox) sebesar 0,15 g/km , produksi CO sebesar 2,0 g/km dan HC sebesar 0,8 g/km untuk motor dibawah 150 cc serta 0,3 g/km di motor bermesin diatas 150 cc. Jika dibandingkan dengan standard Euro2, kendaraan bermotor menghasilkan NOx sebesar 0,3 g/km, emisi hidrokarbon (HC) 1,2 g/km untuk motor di bawah 150 cc dan 1 g/km untuk motor diatas 150 cc serta karbon monoksida (CO) sebesar 5,5 g/km.

Motor Injeksi Teknologi Hadapi Euro3

Pemberlakuaan standard Euro2 telah memangkas produksi motor bermesin 2 tak, yang mengalihkan produksi menjadi motor 4 tak dan teknologi injeksi. Penerapan standard Euro3 mau tidak mau memaksa produsen kendaraan bermotor beralih ke sistem injeksi, dengan menggunakan bahan bakar berkadar oktan 91 dan tanpa timbal. Secara teknologi capaian nilai standar itu hanya bisa dipenuhi oleh motor dengan sistem injeksi.

Alhasil dengan penerapan itu teknologi karburator akan segera ditinggalkan dan beralih ke sistem injeksi. Pihak Astra Honda Motor (AHM) sendiri menyambut himbauan pemerintah untuk menerapkan standard Euro3 ini dengan produksi motor injeksi. Target Honda pada pertengahan Agustus 2015, Honda tidak akan produksi motor dengan mesin karburator.

Dengan regulasi ini jelas akan semakin meningkatnya permintaan motor injeksi, sehingga makin laris di pasaran. Meski harganya masih relatif lebih mahal, namun motor injeksi kian mendapat perhatian para konsumen. Apalagi jika produsen motor sudah menghentikan produksi motor karburator, mau tidak mau motor injeksi menjadi pilihan. Bagi bengkel motor, tentu harus bersiap dengan perangkat yang mensupport service motor injeksi.

Leave a Reply